Review Samsung Galaxy S24 Ultra: Flagship Terbaik Android 2025?

Samsung Galaxy S24 Ultra telah mendominasi pasar smartphone flagship Android sejak diluncurkan pada Januari 2024. Dengan Snapdragon 8 Gen 3 for Galaxy, sistem kamera 200MP yang ditingkatkan, S Pen terintegrasi, dan fitur Galaxy AI yang revolusioner, smartphone ini menjanjikan pengalaman mobile terbaik yang bisa didapatkan uang. Tapi apakah benar-benar worth it dengan harga Rp 19-23 juta?
Setelah menggunakan Samsung Galaxy S24 Ultra selama 6 bulan penuh sebagai daily driver — dari pekerjaan kantor, fotografi, gaming, hingga produktivitas — saya akan memberikan review yang jujur dan mendalam. Saya bukan reviewer yang hanya mencoba smartphone selama seminggu; saya benar-benar hidup dengan device ini setiap hari. Dalam review Samsung Galaxy S24 Ultra ini, saya akan membahas setiap aspek yang relevan untuk pengguna Indonesia.
Spesifikasi Lengkap Samsung Galaxy S24 Ultra
Sebelum masuk ke pengalaman penggunaan, mari kita lihat spesifikasi resmi Samsung Galaxy S24 Ultra:
| Spesifikasi | Detail |
|---|---|
| Layar | 6.8 inci Dynamic AMOLED 2X, QHD+ (3120 x 1440), 120Hz LTPO, 2600 nits peak brightness |
| Chipset | Snapdragon 8 Gen 3 for Galaxy (4nm, octa-core hingga 3.39GHz) |
| RAM | 12 GB |
| Storage | 256 GB / 512 GB / 1 TB (UFS 4.0) |
| Kamera Utama | 200MP wide (f/1.7, OIS) + 12MP ultrawide (f/2.2) + 50MP telephoto 5x (f/2.8, OIS) + 10MP telephoto 3x (f/2.4, OIS) |
| Kamera Depan | 12MP (f/2.2, autofocus) |
| Baterai | 5000 mAh, 45W wired, 15W wireless, 4.5W reverse wireless |
| OS | One UI 6.1 berbasis Android 14 (7 tahun update OS) |
| Dimensi | 162.3 x 79.0 x 8.6 mm, 232 gram |
| Bahan | Titanium frame, Gorilla Armor (depan), Gorilla Glass Victus 2 (belakang) |
| S Pen | Terintegrasi dengan Bluetooth LE, 4096 pressure levels |
| Lainnya | IP68, Wi-Fi 7, Bluetooth 5.3, UWB, Samsung DeX, NFC |
| Harga (Indonesia) | Rp 19.999.000 (256GB) / Rp 21.999.000 (512GB) / Rp 25.999.000 (1TB) |
Desain dan Build Quality: Titanium yang Premium
Salah satu perubahan terbesar pada Galaxy S24 Ultra dibandingkan pendahulunya adalah penggunaan frame titanium. Ini adalah pertama kalinya Samsung menggunakan material titanium untuk smartphone, mengikuti jejak Apple yang lebih dulu menggunakan titanium di iPhone 15 Pro Max.
Kesan pertama saat menggenggam: S24 Ultra terasa sangat solid dan premium di tangan. Bobot 232 gram memang cukup berat, tetapi distribusi bobot yang seimbang membuatnya tidak terasa menyiksa. Frame titanium memberikan tekstur matte yang nyaman dan tidak licin, berbeda dari stainless steel di S23 Ultra yang lebih mudah kotor.
Desain kotak (boxy) dengan tepi rata yang menjadi ciri khas seri Ultra sejak S22 Ultra semakin disempurnakan. Samsung juga menghilangkan lengkungan pada layar (curve) dan menggantinya dengan layar datar (flat). Menurut saya, ini adalah perubahan yang sangat baik — layar flat mengurangi false touch dan memudahkan penggunaan S Pen di tepi layar.
Gorilla Armor pada layar depan adalah teknologi anti-pantul yang sangat efektif. Dibandingkan dengan smartphone lain yang saya coba, pantulan cahaya di layar S24 Ultra jauh lebih sedikit, sehingga layar tetap readable di bawah sinar matahari langsung. Ini sangat membantu saat menggunakan GPS di motor atau membaca di outdoor.
💡 Tips: Layar S24 Ultra sudah sangat tahan gores berkat Gorilla Armor. Saya bahkan tidak menggunakan tempered glass selama 6 bulan dan layar tetap mulus tanpa goresan. Namun, gunakan case yang bagus karena tepi titanium bisa dent jika terbentur keras.
Kamera: Monster 200MP yang Fleksibel
Sistem kamera adalah salah satu alasan utama memilih Galaxy S24 Ultra. Dengan empat lensa belakang yang mencakup wide 200MP, ultrawide 12MP, telephoto 3x 10MP, dan telephoto 5x 50MP, smartphone ini menawarkan fleksibilitas fotografi yang sulit ditandingi.
Kamera Utama 200MP
Kamera 200MP menghasilkan foto dengan detail yang luar biasa. Saat memotret dengan mode full 200MP, Anda bisa crop berkali-kali dan tetap mendapatkan gambar yang tajam. Namun, untuk penggunaan sehari-hari, mode default 12MP (pixel binning) sudah sangat baik dengan dynamic range yang sangat luas dan warna yang natural (lebih natural dibandingkan S23 Ultra).
Telephoto 5x (50MP)
Ini adalah lensa favorit saya di S24 Ultra. Lensa telephoto 5x dengan sensor 50MP menghasilkan foto zoom yang sangat tajam. Bahkan pada 10x digital zoom, kualitasnya masih sangat baik. Untuk fotografi wildlife, konser, atau sekadar mengambil foto dari jauh, lensa ini sangat memuaskan.
Kemampuan Night Mode
Night mode di S24 Ultra sudah sangat maju. Foto malam hari memiliki noise yang sangat minim, detail yang terjaga, dan warna yang akurat. ProNightography — istilah Samsung untuk fotografi malam — memang bukan gimmick. Saya memotret jalanan Jakarta malam hari dan hasilnya sangat impresif.
Pengalaman pribadi: Saya membawa Galaxy S24 Ultra saat liburan ke Bali dan menggunakannya sebagai kamera utama tanpa kamera mirrorless. Hasilnya? Saya mendapat foto-foto landscape, portrait, sunset, dan street photography yang sangat memuaskan. Lensa 5x telephoto sangat berguna untuk memotret detail arsitektur pura dari jauh. Satu-satunya kekurangan adalah ultrawide 12MP yang agak ketinggalan dibandingkan kamera utama — Samsung seharusnya sudah upgrade ke minimal 50MP untuk ultrawide.
Performa: Snapdragon 8 Gen 3 yang Beast
Snapdragon 8 Gen 3 for Galaxy adalah chipset mobile terkuat di Android saat S24 Ultra dirilis. Chipset ini dibuat khusus untuk Samsung dengan clock speed yang sedikit lebih tinggi dari versi standar. Hasilnya? Performa yang luar biasa untuk segala keperluan.
Benchmark:
| Benchmark | Skor | Catatan |
|---|---|---|
| AnTuTu v10 | ~2.050.000 | Top 3 Android tercepat saat rilis |
| Geekbench 6 Single | ~2.250 | Single-core sangat kuat |
| Geekbench 6 Multi | ~7.100 | Multi-core terbaik Android |
| 3DMark Wild Life Extreme | ~5.100 | Gaming performance excellent |
Pengalaman Gaming
Saya menguji gaming dengan Genshin Impact (settings Very High, 60fps), PUBG Mobile (HDR + Extreme), dan Honkai: Star Rail. Hasilnya sangat mengesankan — Genshin Impact berjalan stabil di 55-60fps dengan frame drop minimal. Suhu perangkat naik sekitar 5-8°C setelah 30 menit gaming berat, yang sangat reasonable untuk performa sekelas ini.
Multitasking
Dengan 12GB RAM, multitasking di S24 Ultra sangat smooth. Saya bisa membuka 15+ aplikasi tanpa reload. Samsung DeX juga sangat powerful untuk produktivitas — saya sering menghubungkan S24 Ultra ke monitor dan menggunakannya sebagai PC pengganti untuk tugas-tugas ringan.
Baterai: Andalan Sepanjang Hari
Baterai 5000 mAh di Galaxy S24 Ultra memberikan endurance yang sangat baik. Dengan penggunaan normal (social media, email, browsing, YouTube, beberapa foto), saya bisa mendapatkan 7-8 jam screen-on time (SOT) yang artinya bisa bertahan dari pagi hingga malam tanpa perlu charge.
Skenario Penggunaan Harian:
- Penggunaan ringan (messaging, browsing): 9-10 jam SOT
- Penggunaan campuran (media sosial, foto, video, GPS): 7-8 jam SOT
- Penggunaan berat (gaming, video recording 4K): 5-6 jam SOT
Kecepatan Charging:
- 45W wired: 0-65% dalam 30 menit, 0-100% dalam sekitar 60 menit
- 15W wireless: 0-100% dalam sekitar 90 menit
- 4.5W reverse wireless: Berguna untuk charge Galaxy Buds atau Galaxy Watch darurat
💡 Tips: Aktifkan "Protect battery" di Settings > Battery untuk membatasi charge maksimal di 80%. Ini bisa memperpanjang umur baterai secara signifikan dalam jangka panjang. Saya sudah menggunakan fitur ini selama 6 bulan dan tidak merasa kehilangan 20% kapasitas untuk penggunaan harian.
Galaxy AI: Fitur Cerdas yang Berguna (dan Beberapa yang Gimmick)
Samsung memperkenalkan Galaxy AI di S24 Ultra sebagai selling point utama. Setelah 6 bulan menggunakan fitur-fitur ini, berikut penilaian jujur saya:
Fitur AI yang Benar-benar Berguna:
- Circle to Search: Lingkari objek di layar untuk langsung Google search. Sangat intuitif dan sering saya gunakan untuk mencari produk, tempat, atau artis
- Live Translate (Call): Menerjemahkan panggilan telepon secara real-time. Sangat berguna saat traveling atau bicara dengan kontak asing
- Chat Assist: Mengubah tone pesan (formal, casual, dll) dan menerjemahkan pesan real-time di berbagai messaging app
- Generative Edit: Menghapus objek, memindahkan subjek, atau mengisi background dengan AI. Hasilnya sangat natural
- Note Assist: Auto-format, summarize, dan translate catatan di Samsung Notes. Sangat membantu untuk produktivitas
- Transcript Assist: Transkrip rekaman suara otomatis dengan support bahasa Indonesia
Fitur AI yang Kurang Berguna (Menurut Saya):
- AI Wallpaper: Generate wallpaper dengan AI — hasilnya inconsistent dan sering terlihat aneh
- Instant Slow-Mo: Generate slow-motion dari video normal — sering artifact di tepi objek bergerak
Pengalaman pribadi: Galaxy AI benar-benar mengubah cara saya menggunakan smartphone. Circle to Search sudah menjadi kebiasaan — setiap kali saya melihat sesuatu yang menarik di Instagram atau YouTube, saya langsung circle dan search. Live Translate juga pernah menyelamatkan saat saya harus berbicara dengan hotel staff di Jepang yang tidak bisa bahasa Inggris. Overall, Galaxy AI bukan gimmick — fitur-fitur ini benar-benar meningkatkan produktivitas sehari-hari.
S Pen: Masih Relevan?
S Pen terintegrasi adalah fitur yang membedakan Ultra dari smartphone flagship lainnya. Setelah 6 bulan, saya harus jujur — frekuensi penggunaan S Pen saya sekitar 3-4 kali seminggu, bukan setiap hari.
Namun, ketika saya menggunakannya, S Pen sangat valuable untuk: quick note saat meeting, screenshot dan annotate, translate teks di layar, dan menggambar/sketch ide. Kemampuan Air Actions (gesture control) juga berguna untuk presentasi atau selfie dari jauh.
💡 Tips: Jika Anda jarang menggunakan stylus, S Pen mungkin bukan selling point utama. Pertimbangkan Galaxy S24+ yang lebih ringan dan murah. Tetapi jika Anda senang mencatat, menggambar, atau membutuhkan presisi tinggi, S Pen tetap tak tertandingi.
Kelebihan dan Kekurangan Setelah 6 Bulan
Kelebihan:
- Performa sangat kencang dan konsisten — tidak ada lag atau stutter
- Kamera sangat versatile dengan zoom 5x yang tajam
- Baterai tahan seharian dengan SOT 7-8 jam
- Layar QHD+ 120Hz dengan Gorilla Armor yang anti-pantul
- Frame titanium yang premium dan tahan lama
- Galaxy AI yang benar-benar berguna (Circle to Search, Live Translate)
- Dukungan update 7 tahun (OS + security) — investasi jangka panjang
- S Pen untuk produktivitas dan kreativitas
- IP68 dan Samsung DeX
Kekurangan:
- Harga sangat mahal — termasuk flagship paling mahal di Android
- Berat 232 gram — cukup melelahkan untuk penggunaan satu tangan
- Charging 45W kalah cepat dari kompetitor (OnePlus 100W, Xiaomi 120W)
- Ultrawide camera 12MP agak ketinggalan jaman
- Desain kotak kurang ergonomis untuk tangan kecil
- One UI kadang terasa cluttered dengan bloatware Samsung
- Tidak ada charger di dalam box
Kesimpulan: Apakah Samsung Galaxy S24 Ultra Worth It?
Setelah 6 bulan penggunaan intensif, saya bisa mengatakan bahwa Samsung Galaxy S24 Ultra adalah smartphone Android terbaik yang bisa Anda beli di 2025 (untuk saat ini, sebelum S25 Ultra rilis). Ini adalah smartphone yang sangat lengkap — tidak ada satu aspek pun yang buruk. Kamera sangat bagus, performa sangat kencang, baterai tahan lama, layar memukau, dan Galaxy AI benar-benar menambah value.
Namun, "worth it" sangat tergantung pada kebutuhan dan budget Anda.
Saya merekomendasikan S24 Ultra jika: Anda menginginkan Android terbaik tanpa kompromi, membutuhkan kamera serbaguna, menginginkan S Pen untuk produktivitas, atau membutuhkan smartphone yang akan mendapat update hingga 7 tahun.
Pertimbangkan alternatif jika: Budget terbatas (Galaxy S24 atau S24+ lebih value), jarang menggunakan stylus, atau menginginkan charging super cepat (lihat OnePlus 12).
Jika review Samsung Galaxy S24 Ultra ini membantu Anda membuat keputusan, silakan share ke teman yang juga sedang mempertimbangkan flagship baru. Punya pertanyaan tentang S24 Ultra? Tulis di kolom komentar! Baca juga artikel kami tentang perbandingan S24 Ultra vs iPhone 16 Pro Max dan aksesori terbaik untuk Galaxy S24 Ultra.